Entah kenapa mlm ini tiba2 aku teringat suatu kejadian di masa lampau saat umurku mungkin baru 6 atau 7 tahun. Saat itu abon (kami memanggil ayah dgn sebutan abon, sama seperti abu/abi) membelikan kami (aku dan kakak) masing2 sebuah apel merah. Tidak ada yg spesial dgn apel ini, sama seperti apel2 biasanya. Namun abon berpesan saat itu, jika kalian tdk mw berbagi dgn teman2 maka jgn memakan apel ini didepan mereka. aku bertanya, kenapa? abon menjawab klo kalian memakan apel ini didepan mereka tpi kalian tdk mw berbagi maka kalian telah membuat mereka meneteskan air liur, dan lalu mereka akan pulang ke rumah menangis ke orang tua masing2 mencoba meminta apa yg kalian tunjukkan tadi.
Itu mungkin hal sederhana yg pada saat itu aku tdak dapat mengerti sepenuhnya, yg pasti mulai saat itu entah mengapa aku selalu berusaha untuk tidak menunjukkan kelebihan di sekitar lingkungan yg kekurangan dan berusaha untuk tdak menunjukkan kelemahan di antara lingkungan yg berlebihan.
Abon memang tdak sempat menemani dan bersama kami sampai kami dewasa seperti ini, tapi sikap bijak dan kata2 nasehat beliau selalu teringat seakan-akan beliau masih di samping kami saat ini. aku yakin abon disana tersenyum saat kami berbahagia disini, dan berdoa saat kami sedang bersedih.
abon, sudah 13 tahun kita berpisah, tapi kami yakin engkau di alam sana masih melihat dan mendoakan kami, semoga engkau sejahtera dan damai di sisi-NYA.
Terima kasih atas nasehat2 mu, mungkin baru sekarang aku sadar dan dapat berterima kasih kepadamu, meski tdak secara langsung. semoga kita dipertemukan Allah swt kelak dalam keadaan yg baik sehingga aku bisa memelukmu dengan kedua tanganku.
Gelar sarjana dan perjuangan untuk mencapai gelar Master ini aku persembahkan untukmu..
salaam rindu anakmu.
Andi Mustari S.Pd
No comments:
Post a Comment