Saturday, November 14, 2015

Big Bang dalam Al Qur'an

A.                   TEORI BIG BANG DAN ALAM SEMESTA MENGEMBANG
Ø     Teori Big – Bang
Keberadaan  awal  pada  peristiwa  besar  ini  melengkapi  ketidaktahuan
manusia  tentang  awal  mula  alam  semesta  dan  merupakan  bahan  dari  spekulasi sesungguhnya yang mempunyai dasar kuat.Teori  ini  mengasumsikan  sekitar  15  milyar  tahun  lalu dimulai  dari  ledakan  yang  dahyat  dan    dilanjutkan dengan  pengambangan  alam  semesta.  Point  penting dari semua peristiwa ini adalah waktu,  materi , energi dan ruang merupakan satu keterpaduan.  Kejadian  ini  bukan  ledakan  biasa  tetapi  cukup  memenuhi  semua peristiwa  dari  ruang  dengan  semua  partikel  yang  menjadi  embrio alam  semesta yang mendesak keluar dari masing-masing yang lain. Telah dijelaskan sebelumnya Big bang adalah teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan  perkembangan dan  bentuk  awal  dari  alam  semesta.  Ide  sentral  dari teori  ini  adalah  bahwa  teori relativitas  umum  dapat  dikombinasikan  dengan  hasil pemantauan  dalam  skala  besar pada  pergerakan  galaksi  terhadap  satu  sama  lain, dan  meramalkan  bahwa  suatu  saat  alam  semesta  akan  kembali  atau  terus.
Konsekuensi  alami  dari  Teori  Big  Bang  yaitu  pada  masa  lampau  alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.Teori  Big-Bang  juga  dikenal  teori  Super  Dense,  menyatakan  bahwa  jika alam semesta mengembang pada skala tertentu, maka ketika kita pergi kembali ke dalam  waktu,  kelompok-kelompok  galaksi  akan  semakin  mendekat  dan    tentu akan  sampai  pada  suatu  saat  di  mana  semua  materi,  energi  dan  waktu  yang membentuk  alam  semeseta  terkonsentrasi      pada  suatu  tempat    dalam  bentuk gumpalan    yang  sangat  padat  (  super  dense  agglomeration).  Dengan    bekerja mundur  ,  dari  peringkat  resesi  galaksi-galaksi  yang  teramati,  ditemukan  bahwa galaksi-galaksi    itu  diduga  telah  berada  berdekatan    satu  sama  lain  sekitar  12 milyar tahun yang lalu.
Dipostulasikan bahwa saat ini ledakan hebat menyebabkan alam  semesta  mengembang  1030 kali  atau  lebih  dari  ukuran  aslinya,  sebagaiakibatnya  gumpalan  yang  sangat padat  dari  materi  dan  energy berserakan  menjadi  banyak  bagian yang  semuanya  berjalan  dengan kecepatan  berbeda-beda  ke  arah berbeda-beda  pula.  Hasil  dari ledakan  ini  berkondensasi membentuk  benda-benda  langit seperti  yang  ada  sekarang.Pengembangan alam alam yang teramati ini merupakan kelanjutan dari proses ini.
Teori  berkonsentrasi pada peristiwa spesifik  sebagai „awal‟  alam semesta dan 10 menampilkan suatu evolusi progresif sejak titik itu hingga sekarang.  Selama satu abad  terakhir,  serangkaian  percobaan,  pengamatan,  dan  perhitungan yang  dilakukan  dengan  menggunakan  teknologi  mutakhir,  telah mengungkapkan  tanpa ragu   bahwa   alam   semesta   memiliki   permulaan. Para ilmuwan telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus mengembang.  Dan  mereka  telah  menyimpulkan  bahwa,  karena  alam  semesta mengembang, jika alam ini dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah  memulai  pengembangannya  dari  sebuah  titik  tunggal.  Sungguh, kesimpulan  yang  telah  dicapai  ilmu  pengetahuan  saat  ini  adalah  alam  semesta bermula dari ledakan titik tunggal ini. Ledakan ini disebut “Dentuman Besar” atau big- bang.
Pada abad ke-20, lompatan besar terjadi dalam bidang astronomi. Pertama, pada tahun 1922, seorang ahli fisika rusia, Alexander Friedmann, menemukan bahwa alam semesta tidak memiliki struktur yang statis. Berpijak pada teori Relativitas enstein, Friedman menghitung bahwa sebuah implus kecil saja dapat mengakibatkan alam semesta mengembang atau mengerut.
 Pengamatan lebih jauh pada perluasan alam semesta telah membuka jalan bagi pendapat baru.Sejak saat itu, kesimpulan yang dapat diturunkan dari model ini adalah Bahwa pada suatu massa  semua benda alam semesta memadat dalam sebuah titik –massa tunggal  yang memiliki “volume nol ‘’ karena garavitasinya yang sangat besar. Alam semesta kita menjadi ada sebagai hasil dari ledakan titik-massa yang memiliki ‘volume nol ‘ ledakan in disebut “Big bang”
Bing Bang menunjukan hal lain, bahwa sesuatu yang memiliki volume nol itu berarti sama dengan bahwa sesuatu itu “tidak ada”. Seluruh alam semesta ini diciptakan dari sesuatu yang “ tidak ada” ini. Selanjutnya alam semesta ini memiliki awal, bertolak belakang dengan pandangan materialisme,yang berangapan bahwa “alam semesta kekal”.
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang. Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang" seperti balon yang ditiup.

Sejak terjadinya peristiwa Big Bang alam semesta telah mengembang terus menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuan  menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

B.                    BUKTI-BUKTI KEBENARAN BIG BANG
§     Menurut George Gamow, Apabila alam semesta teerbentuk dalam ledakan besar dan tiba-tiba, pastilah tertinggal sejumlah radiasi dari ledakan tersebut menyebar rata diseluruh alam semesta, setelah hipotesis ini disampaikan, temuan ilmiah susul-menyusul terjadi, dan semua membuktikan kebenaran Big bang. Pada tahun 1965, dua orang peneliti bernama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan suatu bentuk radiasi yang hingga saat ini tidak teramati, yang disebut sebagai “radiasi latar belakang kosmis” Radiasi ini tidak seperti benda-benda alam semesta lainya, karena keseragamanya yang luar biasa, Radiasi ini tidak terlokalisaasi, juga tidak memiliki sumber yang jelas: justru terserbar merata dimana-mana. Segera disadari bahwa radiasi ini adalah peninggalan Big bang yang masih memancar sejak ledakan besar itu  terjadi.Sensor-sensor yang sensitif pada satelit berhasil memberikan kemenangan baru bagi teori Big bang. Sensor-sensor itu membenarkan keberadaan suatu bentuk yang rapat dan panas sisa dari Big bang. Perhitungan menunjukan bahwa proporsi gas hidrogen-helium di alam semesta  cocok dengan hitungan teoretis dari apa yang seharusnya tersisa setelah bing bang. Penemuan bukti-bukti penting ini menyebabkan teori big bang diterima  sepenuhnya  oleh dunia ilmiah.

C.    TEORI BIG BANG DAN ALAM SEMESTA MENGEMBANG DALAM AL-QURAN
Dalam Al Quran, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini: Aspek penting yang di ungkapkan dalam al-quran 14 abad sebelum penemuan modern big bang dan temuan yang berkaitan denganya adalah bahwa ketika diciptakan, alam semesta menempati volume yang sangat kecil.
“ Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu menyatu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. Al Anbiyaa, 21;30 )
Terjemahan ayat diatas mengandung pemilihan kata yang sangat penting dalam bahasa aslinya, bahasa arab. Kata ratk diterjemahkan “suatu yang padu” yang berarti “bercampur sesuatu” dalam kamus bahasa arab. Kata itu digunakan  untuk merujuk dua zat berbeda yang menjadi satu. Frase ”kami pisahkan“ diterjemahkan  dari kata kerja bahasa arab, Fatk yang mengandung makna bahwa sesuatu terjadi dengan memisahkan atau menghancurkan struktur. Tumbuhnya biji dari tanah adalah salah satu tindakan yang mengunakan kata kerja ini.
Mari kita tinjau lagi ayat tersebut dengan pengetahuan ini di benak kita. Dalam ayat itu, langit dan bumi ada mulanya berstatus ratk. Mereka dipisahkan (fatk) dengan satu muncul dari yang lainnya. Menariknya para ahli kosmologi berbicara tentang “telur kosmik” yang mengandung semua materi alam semesta sebelum big bang. Dengan kata lain, semua langit dan bumi terkandung dalam telur ini dalam kondisi ratk.
Kebenaran lain yang terungkapkan dalam al-quran adalah pengembangan jagat raya yang ditemukan pada akhir tahun 1920-an. penemuan Hubble tentang geser merah dalam spectrum cahaya bintang yang menyatakan bahwa semesta mengembang diungkapkan dalam Al Quran sebagai berikut
“Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan sesunggunya kami benar-benar meluaskannya” (QS. Adz – Dzaariyat, 51 ; 47)

Temuan- temuan ilmu alam modern mengarah pada kebenaran  yang dinyatakan dalam al-quran dan tidak mendukung dogma materialis. Materialis boleh saja menyatakan bahwa semua itu “kebetulan“, namun fakta yang jelas adalah bahwa alam semesta terjadi sebagai hasil penciptaan Allah swt dan satu-satunya pengetahuan yang benar tentang asal mula alam semesta ditemukan dalam firman Allah yang diturunkan kepada kita melalui Al-quran.

No comments:

Post a Comment